Tips: Agar Otak Kanan Tidak Loyo
Posted on Sabtu, 16 Juni 2012
|
No Comments
Sistem pendidikan formal terlalu mengedepankan pengembangan otak kiri.
Pusat pengembangan otak kanan pun dibuka sebagai penyeimbang. Benarkah hanya
seniman yang perlu memperhatikannya?
Tomi dan Nina sudah hampir menikah. Mereka mengaku
saling mencintai dan berjanji setia sehidup semati.
Untuk menjaga segala kemungkinan terburuk, mereka
datang ke notaris. Sebuah perjanjian harta terpisah dibuat di atas kertas
bermeterai, disaksikan notaris yang berkantor di gedung mentereng di Jakarta
itu. Jadi, jika suatu ketika ternyata harus berpisah, mereka hanya bisa membawa
harta yang tercatat atas nama mereka sendiri secara pribadi.
Semuanya berjalan lancar, pesta pernikahan pun mulus
dilangsungkan. Dan, barangkali sebagian dari kita akan menganggapnya
wajar-wajar saja di zaman yang segalanya dihitung dengan materi ini.
Namun, bagi AM
Rukky Santoso, penulis buku Right Brain: Mengembangkan Kemampuan Otak
Kanan untuk Kehidupan yang Lebih Berkualitas, percintaan Tomi dan Nina itu tidak wajar. Percintaan
itu hanya didasari oleh perhitungan untung rugi, bukan sebuah cinta yang
sejati. Hal itu terjadi karena mereka terbiasa menyelesaikan masalah hanya
dengan memfungsikan otak sebelah kiri. “Segalanya hanya didasarkan atas
logika,” katanya.
Contoh lain, kata Rukky, adalah kecenderungan manusia
hanya tergantung pada tindakan medis, pemakaian suplemen makanan dan
obat-obatan untuk menjaga kesehatan. Meski, pada sebuah seminar tentang
penelitian ilmu medis di Amerika, pernah diungkapkan bahwa dalam ilmu
pengobatan medis modern hanya kurang lebih 25 persen yang bisa
dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Selebihnya adalah suatu tindakan trial and
error alias coba-coba. Sebaliknya, upaya untuk membentengi diri dengan
menciptakan kesehatan dari diri sendiri jarang dikembangkan.
Padahal, kata Rukky, di kepala manusia terdapat tiga
bagian otak, yakni otak kanan, otak kiri dan otak kecil atau otak bawah sadar.
Masing-masing bagian memiliki peran dan karekter yang berbeda-beda.
Otak kiri merupakan bagian otak yang bertugas berfikir
secara kognitif dan rasional. Bagian ini memiliki karakteristik khas yang
bersifat logis, matematis, analitis, realistis, vertikal, kuantitatif,
intelektual, obyektif, dan mengontrol sistem motorik bagian tubuh kanan.
Otak kiri memiliki karakter antara lain mengontrol
gerak motorik tubuh kanan – masuk akal, sistematis, mekanis – matematis,
hitung-hitungan – analisa, bahasa, gambar, kata-kata – karakter garis lurus,
paralel – detil, menguasai, sasaran/target – kecerdikan, keduniawian – realita
dan dominan, langsung – aktif, berorientasi pada jumlah – identitas, membaca,
menulis – tujuan akhir, target sasaran – bertahap-tahap dan berdasar permintaan
– kecenderungan pada diri sendiri – kecenderungan lebih ke dalam diri.
Sebaliknya, otak kanan merupakan bagian otak yang
berfikir secara afektif dan relasional, memiliki karakter kualitatif, impulsif,
spiritual, holistik, emosional, artistik, kreatif, subyektif, simbolis,
imajinatif, simultan, intuitif, dan mengontrol gerak motorik bagian tubuh
sebelah kiri.
Otak kanan memiliki karakter antara lain : mengontrol
gerak motorik tubuh kiri – karakter hubungan antar manusia – akustik,
bunyi,musik – artistik, seni, kreativitas – simbol-simbol, sensualitas, ruang –
intuisi, imajinasi, persamaan – terus-menerus, tetap, jelas – emosi-emosi,
gambaran perasaan – terbuka, mengutamakan perasaan – berorientasi pada kualitas
– penggandaan dan proses – spiritual dan penampakan – peduli dengan pihak lain
– kepedulian pada alam dan situasi.
Sedangkan bagian otak kecil yang berada di sebelah
bawah, bertugas mirip mesin perekam seluruh kejadian yang berlangsung dalam
kehidupan kita. Otak kecil seringkali mengagetkan kita dengan memberikan
informasi secara tiba-tiba mengenai sesuatu yang tidak kita sadari sebelumnya.
Namun, seluruh sistem pendidikan di Indonesia serta
beragam aspek kehidupan ternyata hanya mampu mengembangkan belahan otak kiri
tersebut. Otak kanan bahkan hanya dipandang sebagai sesuatu yang hanya bisa
mendasari seseorang untuk menjadi seniman besar. Orang yang tidak akan menjadi
seniman, tidak perlu mengembangkan otak kanannya. Akibatnya, kita menjadi
terbiasa berfikir dengan hanya menggunakan otak kiri.
Untuk itu, Rukky membuka Right Brain Institute of Life, sebuah pelatihan pengembangan
kemampuan otak kanan, di Jakarta dan Bandung. Lembaga serupa adalah Center of the Right Brain Learning (Pusat Pelatihan Otak Kanan) yang
pernah dibuka di Bogor.
Saat ini, kata Rukky, sudah ribuan orang yang
mengikuti program ini. Mereka terdiri dari anak-anak hingga para doktor di
universitas terkemuka seperti Universitas Trisakti dan Atmajaya, Jakarta. Para
peserta terbagi dalam dua model. Model pelatihan reguler dilakukan dalam 10
kali pertemuan, sedangkan model intensif hanya dua hari, yakni Sabtu dan
Minggu. Biaya pelatihan kedua model ini sama, yakni Rp.750 ribu perorang.
Metode pelatihan ini, kata Rukky, bersifat ilmiah dan
relatif mudah diikuti. Ia berorientasi untuk mengembangkan aktivitas kelenjar,
jaringan syaraf, insting energi serta keseimbangan di dalam tubuh. Pelatihan
dimaksudkan untuk memberikan stimulus kepada bagian hormon-hormon di dalam
tubuh agar berfungsi secara normal. Dengan demikian hormon tersebut akan
memberikan rangsangan kepada fungsi otak sebelah kanan. Hal tersebut, menurut
Rukky, dalam jangka panjang bisa memberikan kesejahteraan dalam kehidupan.
Menurut Shinto
B. Adelar, M.Sc, dosen psikologi perkembangan pada Universitas
Indonesia, latihan pengembangan otak kanan seperti diterapkan Rukky sangat
positif. Jika otak kiri saja yang dikembangkan, orang jadi kurang imajinatif
dan kurang kreatif.
Shinto juga sependapat bahwa otak kanan berkaitan
dengan unsur kreativitas yang bukan hanya layak dikembangkan para seniman.
Ilmuwan juga perlu mengembangkannya. “Kalau nggak, dia nggak maju. Jadi, untuk
mengembangkan sesuatu untuk mencari ide-ide baru,” kata Shinto.
Namun, Shinto memberikan catatan bahwa otak kiri dan
otak kanan itu saling berhubungan. “Jangan salah paham bahwa otak belahan kiri
dan kanan bekerja sendiri-sendiri. Jadi, meskipun pada fungsi yang khususnya,
tapi masing-masing bagian itu akan lebih terbantu apabila aktivasinya dari
kedua sisi,” katanya. Oleh karena itu, sebaiknya dikembangkan secara bersamaan.
Sehingga, kegiatan-kegiatannya seimbang menstimulasi otak kiri dan otak kanan.
Tanpa melalui lembaga pelatihan khusus otak kanan,
kata Shinto, pengembangan sebenarnya bisa dilakukan lewat sebuah latihan kecil
yang sederhana. Misalnya, pengembangan bahasa yang bukan hanya untuk menyebutkan
tentang fakta. Namun, bahasa juga dimanfaatkan untuk menggambarkan sesuatu yang
sifatnya rekaan atau imajinasi.
Cara lainnya, kata Shinto, berhitung dengan cara-cara
tertentu sebagaimana dikembangkan dalam kursus sempoa, mental aritmatika, dan sejenisnya.
“Misalnya, kita memberi pertanyaan, 2+4 = berapa? Lantas, anak diharapkan
menghitung, berapa ditambah berapa sama dengan enam,” katanya.
Salah seorang pengelola kursus sempoa di Jakarta,
Muhammad Dilar Darmawan menyebutkan, sempoa memang mengembangkan belahan otak
kanan. Namun, ia juga dimaksudkan untuk menyeimbangkan otak kiri dan kanan.
“Kursus ini mencoba memaksimalkan fungsi kedua bagian otak tersebut,” kata
Dilar.
Sekitar 30 anak dengan umur rata-rata enam tahun yang
mengikuti kursusnya akhirnya lebih percaya diri. Mereka juga mudah mengerjakan
soal-soal yang berkaitan dengan angka. “Kecepatan berpikir mereka lebih jauh
dibandingkan sebelumnya,” ujar Dilar.
Apa yang dikembangkan dalam kursus otak kanan seperti
milik Rukky, agaknya tidak spesifik seperti kursus sempoa atau mental
aritmatika. Namun yang jelas, dengan pengembangan otak kanan inilah, hidup akan
menjadi lebih berkualitas secara fisik dan psikis.
Sebagaimana dikatakan Rukky, kita kemudian akan mampu
mencermati tradisi medang yang biasa dilakukan orang Jawa. Medang yang berasal
dari kata wedang atau minuman adalah kebiasaan menikmati minuman hangat di
petang hari sembari duduk santai di ruang terbuka. Sembari medang itulah
sebenarnya mereka melakukan semacam meditasi dan kontemplasi yang akan
mengaktifkan otak kanan.
(Hilman/Nur
Hidayat – Tempo News Room)
Mengoptimalkan kinerja
otak kanan
Otak kiri merupakan
bagian otak yang bertugas berfikir secara kognitif dan rasional. Bagian ini
memiliki karakteristik khas yang bersifat logis, matematis, analitis,
realistis, vertikal, kuantitatif, intelektual, obyektif, dan mengontrol sistem
motorik bagian tubuh kanan.
Otak kiri memiliki karakter antara lain mengontrol gerak motorik tubuh kanan – masuk akal, sistematis, mekanis – matematis, hitung-hitungan – analisa, bahasa, gambar, kata-kata – karakter garis lurus, paralel – detil, menguasai, sasaran/target – kecerdikan, keduniawian – realita dan dominan, langsung – aktif, berorientasi pada jumlah – identitas, membaca, menulis – tujuan akhir, target sasaran – bertahap-tahap dan berdasar permintaan – kecenderungan pada diri sendiri – kecenderungan lebih ke dalam diri.
Sebaliknya, otak kanan merupakan bagian otak yang berfikir secara afektif dan relasional, memiliki karakter kualitatif, impulsif, spiritual, holistik, emosional, artistik, kreatif, subyektif, simbolis, imajinatif, simultan, intuitif, dan mengontrol gerak motorik bagian tubuh sebelah kiri.
Otak kanan memiliki karakter antara lain : mengontrol gerak motorik tubuh kiri – karakter hubungan antar manusia – akustik, bunyi,musik – artistik, seni, kreativitas – simbol-simbol, sensualitas, ruang – intuisi, imajinasi, persamaan – terus-menerus, tetap, jelas – emosi-emosi, gambaran perasaan – terbuka, mengutamakan perasaan – berorientasi pada kualitas – penggandaan dan proses – spiritual dan penampakan – peduli dengan pihak lain – kepedulian pada alam dan situasi.
Otak kiri memiliki karakter antara lain mengontrol gerak motorik tubuh kanan – masuk akal, sistematis, mekanis – matematis, hitung-hitungan – analisa, bahasa, gambar, kata-kata – karakter garis lurus, paralel – detil, menguasai, sasaran/target – kecerdikan, keduniawian – realita dan dominan, langsung – aktif, berorientasi pada jumlah – identitas, membaca, menulis – tujuan akhir, target sasaran – bertahap-tahap dan berdasar permintaan – kecenderungan pada diri sendiri – kecenderungan lebih ke dalam diri.
Sebaliknya, otak kanan merupakan bagian otak yang berfikir secara afektif dan relasional, memiliki karakter kualitatif, impulsif, spiritual, holistik, emosional, artistik, kreatif, subyektif, simbolis, imajinatif, simultan, intuitif, dan mengontrol gerak motorik bagian tubuh sebelah kiri.
Otak kanan memiliki karakter antara lain : mengontrol gerak motorik tubuh kiri – karakter hubungan antar manusia – akustik, bunyi,musik – artistik, seni, kreativitas – simbol-simbol, sensualitas, ruang – intuisi, imajinasi, persamaan – terus-menerus, tetap, jelas – emosi-emosi, gambaran perasaan – terbuka, mengutamakan perasaan – berorientasi pada kualitas – penggandaan dan proses – spiritual dan penampakan – peduli dengan pihak lain – kepedulian pada alam dan situasi.
Sedangkan bagian otak kecil yang berada di sebelah bawah, bertugas mirip mesin perekam seluruh kejadian yang berlangsung dalam kehidupan kita. Otak kecil seringkali mengagetkan kita dengan memberikan informasi secara tiba-tiba mengenai sesuatu yang tidak kita sadari sebelumnya.
Namun, seluruh sistem pendidikan di Indonesia serta beragam aspek kehidupan ternyata hanya mampu mengembangkan belahan otak kiri tersebut. Otak kanan bahkan hanya dipandang sebagai sesuatu yang hanya bisa mendasari seseorang untuk menjadi seniman besar. Orang yang tidak akan menjadi seniman, tidak perlu mengembangkan otak kanannya. Akibatnya, kita menjadi terbiasa berfikir dengan hanya menggunakan otak kiri.
Berikut beberapa tips untuk melatih otak kanan
Eight game
Pura-puralah menulis angka delapan tidur atau simbol ? di udara dengan tangan kiri dan kanan secara bersama-sama. Permainan sederhana ini bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan. Cobalah dan teruskanlah permainan ini setelah sarapan, selama dua menit setiap hari.
Thumb game
Acungkanlah jempol tangan kiri dan kelingking tangan kanan, sambil menyorongkan kedua belah tangan ke arah kanan. Sebaliknya, acungkanlah jempol tangan kanan dan kelingking tangan kiri, sambil menyorongkan kedua belah tangan ke arah kiri. Permainan sederhana ini bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan. Cobalah dan teruskanlah permainan ini bersama teman-teman setelah makan siang, selama dua menit setiap hari.
Pattern game
Gambarlah pola-pola tertentu di atas kertas kosong, dengan tangan kiri dan kanan secara bersama-sama, ke arah dalam, luar, atas, dan bawah. Selain bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan, permainan unik ini juga dapat menggali potensi visual. Cobalah permainan ini selama dua menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.
Specific crawl
Gerakkan tangan kanan serentak dengan kaki kiri. Kemudian balaslah, gerakkan tangan kiri serentak dengan kaki kanan. Idealnya, siku tangan menyentuh lutut. Iringi pula dengan lagu favorit. Selain bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan, gerakan ini juga dapat membuat pikiran terbuka terhadap hal-hal yang baru. Cobalah gerakan ini secara 10 menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.
Specific posturing
Bertumpulah di lantai dengan lutut kiri dan tangan kanan. Sementara itu, kaki kanan diluruskan ke belakang dan tangan kiri diluruskan ke depan. Posisi ini bertujuan untuk mengaktifkan syaraf-syaraf tertentu secara umum dan otak kanan secara khusus. Cobalah posisi ini selama 10 menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.
Specific relaxing
Tip ini khusus anak-anak. Pertahankan posisi relaksasi setengah tengkurap. Biasakan pula posisi ini ketika anak tidur. Semakin dini, semakin baik. Biasakan pula posisi ini ketika anak sakit, sambil dipeluk oleh orang tua. Dengan demikian, otak anak berada dalam frekuensi alpha dan anak akan merasa damai karenanya.
Rotated reading
Balikkan sebuah tulisan (atas bawah), lalu bacalah tulisan tersebut dari kanan ke kiri. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini selama 2 menit setiap hari.
ɥɥɥɥɥɥɥɥɥɔɐɐʎ nʎuıʇuoʞ ƃuɐʎ ''ɐɾɐ ʇıuǝɯ 2 ɐɯɐlǝs ıɹɐɥ dɐıʇ snɹǝʇ uɐʞnʞɐl ''lısɐɥɹǝq ɯnlǝq ɐʞıɾ ¡¡ ʞılɐqɹǝʇ ʞɐpıʇ ıuı uɐsılnʇ ɐʍɥɐq ɐsɐɹǝɯ 2ɹɐuǝq ɐpuɐ ıɐdɯɐs ɐɔɐq uɐʞsnɹǝʇ ¿¿¿ ɥɥɐʎ ƃuısnd pɾ ɐlɐdǝʞ ɐdɐuǝʞ ''ɥɥɐʍ
Left-handed foreplay
Tip yang boleh juga disebut Kamasutra ini khusus untuk lelaki yang telah menikah. Cumbulah pasangan Anda dengan menggunakan tangan kiri. (Bagi Anda yang belum menikah, jangan khawatir, Anda tetap bisa melakukannya. Caranya? Menikahlah dulu.)
Left-handed handling
Peganglah gagang pintu dan bukalah pintu dengan tangan kiri. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini setiap hari.
Left-handed brushing
Gosoklah gigi dengan tangan kiri pada pagi hari. Untuk sore atau malam hari, tetaplah menggosok gigi dengan tangan kanan. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini setiap hari.
Left-handed writing
Tulislah nama panggilan Anda dengan tangan kiri di atas kertas kosong. Cobalah kebiasaan baru ini minimal 10 kali sehari, minimal selama 14 hari berturut-turut. Niscaya Anda akan menemukan keajaiban, di mana pada hari ke-3 Anda dapat menulisnya dengan sangat mudah.
Left-handed signing
Buatlah tanda tangan Anda dengan tangan kiri di atas sehelai kertas kosong. Cobalah kebiasaan baru ini minimal 10 kali sehari, minimal selama 14 hari berturut-turut. Niscaya Anda akan menemukan keajaiban, di mana 2 dari 10 tanda tangan tersebut menyerupai bentuk aslinya.
Sumber : http://hil4ry.wordpress.com/2007/10/03/otak-kiri-dan-otak-kanan/
