Antena helikal
Posted on Jumat, 15 Juni 2012
|
No Comments
Helikal Bahan
- 1 x 0.55 meter pipa pralon diameter 40 mm (40 mm
inner, 42-43 mm outer).
- 1 x 40 mm (diameter) penutup pralon.
- 1 x 150 mm (diameter) penutup pralon atau
potongan plastik / kayu yang tenbal dengan diameter yang sama.
- 2 x 25 mm atau 35 mm baut U.
- 8 x mur untuk baut U.
- 8 x ring untuk baut U.
- 1 x 5/16” baut (yang pendek) dengar mur &
ring yang cocok.
- 1 x lempengan kuningan dengan ketebalan 0.4-0.7
mm secukupnya untuk dipotong dengan lingkaran berdiameter 130 mm.
- Kabel tembaga diamter 1 mm berlapis email
sepanjang beberapa meter.
- 1 x konektor N untuk di letakan di panel.
- 3 x mur & ring untuk konektor N tersebut.
- Lem Araldite yang lambat mengeringnya.
- Lem Loctite 424 atau yang mirip (seperti
superglue atau hotglue gun).
- Penutup silicon.
- Selotape.
Alat yang di perlukan
- Gergaji.
- Meja yang rata / datar.
- Pemotong kabel.
- Kunci untuk baut 5/16”.
- Obeng untuk konektor N.
- Bor dan Solder
- Gunting (untuk menggunting lempeng kuningan).
- Pisau.
Tahap Pengerjaan
1. Print & potong
template rhspiral. atau lhspiral.pada halaman 19/20. Gunakan rhspiral untuk
right handed spiral helicals dan lhspiral untuk left handed spirals. Anda
membutuhkan circle untuk membuat ground plane (reflector), kecuali jika anda
dapat membuat lingkaran dengan diamter 130 mm yang baik.
2. Potong pipa
pralon 40 mm sepanjang 550 mm (55 cm).
3. Lilitan template
lilitan rhspiral atau lhspiral di pipa pralon dan selotape ujungujungnya. Tidak
masalah anda menggunakan RIGHT atau LEFT handed template selama ujung-ujungnya
menyambung. Pastikan spiral yang kita gambar menyambung ujung ke ujung. Sedikit
gap tidak terlalu masalah. Yang perlu di ingat bahwa jika anda menyatukan LEFT
& RIGHT handed helical, maka total sinyal akan saling mematikan.
4. Di ujung awal tempate
akan menjadi tempat menempelkan ke dasar antenna. Sebaiknya ujung awal di
lebihkan sedikit untuk mengkompensasi ketebalan penutup pralon 40 mm. Seperti
tampak pada gambar.
5. Gunakan ujung yang
lancip seperti cutter, beri tanda pada template sepanjang jalur helical dalam
interval tetap, misalnya 5 atau 6 tanda setiap putaran. Dengan cara ini kita akan
meninggalkan tanda pada pralon untuk memudahkan pada saat kita melilit kabel
email. Beri tanda di mana kabel email berhenti di pipa pralon. Anda harusnya
mempunyai beberapa mm kelebihan di pipa pralon.
6. Lilitan kabel tembaga
berlapis email dan gunakan superglue atau Loctite 424 untuk menempelkan kabel
ke tempat akhir kabel di pipa pralon. Perlahan lilitkan kabel sepanjang pipa
pralon ikuti tanda spiral yang telah kita toreh di pipa pralon. Pada interval
yang sama, misalnya setiap ½ atau 1/3 lilit, tambahkan lem untuk menempelkan
kabel di tempatnya.
7. Pada saat anda
mendekati akhir lilitan, lilitan terakhir jangan di lem. Biarkan cukup banyak
kabel (10 cm atau lebih) di akhir lilitan. Biarkan dulu beberapa saat sampai
lem mengering.
8. Potong lempengan
kuningan atau tembaha dengan diameter 130 mm.
9. Bor lubang pada
penutup pralon 150 mm dan lempengan 130 mm untuk baut dan konektor N. Semua
berpusat pada penutup pralon 40 mm yang akan ditempelkan para penutup pralon
150 mm. Posisikan konektor N pada pinggiran kanan dari penutup pralon 40 mm.
10. Potong penutup pralon
40 mm agar ada tempat cukup untuk konektor N maupun lubang baut-nya yang tiga
buah itu. Untuk memberikan gambaran potongan lihat gambar.
11. Lubangi di tengah
penutup pralon agar cukup untuk baut 5/16”. Penutup pralon dengan potongan
maupun lubang baut tampak pada gambar.
12. Baut penutup pralon 40
mm dan 150 mm menjadi satu seperti tampak pada gambar. (konektor N &
reflektor belum terpasang).
13. Tempat penempelan baut
U terserah kepada kita tergantung pada ukunran-nya 25 atau 35 mm atau
berapapun. Pastikan agar tidak mengganggu pada saat kita memasang kabel coax di
konektor N.
14. Pasang lempengan
tembaga atau aluminium 130 mm pada penutup pralon 150 mm, dan bautkan pada
penutup pralon 40 mm. Pastikan semua lubang pada lempengan dan penutup pralon
pas. Sambungkan konektor N.
15. Untuk dapat matching
impedansi antenna yang biasa sekitar 150 ohm untuk antenna helical ke kabel
coax yang hanya 50 ohm, anda membutuhkan lempengan tembaga atau kuningan
selebar 15-20 mm. Potong lempengan tersebut diagonal dan hubungkan dari
konektor N ke ujung antenna. Ukuran potongan tembaga yang digunakan pada sisi
tegak adalah 17 mm dan 71 mm dengan diagonal 73 mm. Lempeng aluminium tidak
dapat di solder, jadi jangan digunakan. Lempeng kuningan yang baik digunakan.
Lihat gambar untuk jelasnya.
16. Masukan pipa pralon ke
penutup pralon 40 mm dan tandai dimana spiral akan bertemu dengan ujung
penutup. Potong kabel email yang berlebih disini, gunakan ampelas untuk
menghilangkan email yang ada agar siap di solder.
17. Solder lempeng tembaga
yang baru kita buat di atas ke kabel email dari spiral helical. Gunakan lem
seperlunya. Mungkin anda perlu melakukan trimming dari lempengan tembaga untuk
mencocokan ukuran.
18. Pada saat pipa pralon
masuk secara penuh ke penutup pralon 40 mm, seharusnya pipa akan masuk dengan
baik. Setelah itu lempengan tembaha yang menjadi matching impedansi di solder
ke, konektor N.
19. Agar pipa pralon
menempel dengan baik ke penutup pralon 40 mm, ampelas permukaan kedua benda
yang akan saling berhubungan ini dengan ampelas agar lem yang kita gunakan
dapat lebih baik menempelkan pralon.
20. Gunakan lem Araldite
yang SLOW DRYING (bukan 5 menit). Letakan Araldite di ujung bawah pipa pralon
& di dalam penutup pralon. Atur posisi konektor N & rangkaian matching
impedansinya.
21. Biarkan lem mengering
(sekitar satu hari). Pasang baut U dan anda sudah memiliki sebuah antenna
helical. Bentuk konektor N yang menonjol melalui lempengan tembaga yang
terhubung pada lempengan matching impedansi tembaga tampak pada gambar.atas
22. Alasan utama mengapa
penutup 150 mm digunakan agar kita dapat menutup selurtuh konstruksi antenna
menggunakan pipa pralon 150 mm sehingga aman dari ganggung cuaca burung dll.
23. Gambar produk akhir
sebuah antenna helical.
