Menghafal Al-Quran
Posted on Kamis, 14 Juni 2012
|
No Comments
Segala puji Bagi Allah Rabb semesta alam,
shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad r. Dalam tulisan ini akan kami kemukakan cara termudah untuk menghafalkan
al quran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh
seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan al-Quran.
Teori ini sangat mudah untuk di praktekan dan insya Allah akan sangat membantu
bagi siapa saja yang ingin menghafalnya. Disini akan kami bawakan contoh
praktis dalam mempraktekannya:
Misalnya saja jika anda ingin menghafalkan
surat an-nisa, maka anda bisa mengikuti teori berikut ini:
1- Bacalah ayat pertama 20 kali:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا
وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ
كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا {1}
2- Bacalah ayat kedua 20 kali:
وَءَاتُوا الْيَتَامَى أَمْوَالَهُمْ وَلاَتَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ
بِالطَّيِّبِ وَلاَتَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَى أَمْوَالِكُمْ إِنَّهُ كَانَ
حُوبًا كَبِيرًا {2}
3- Bacalah ayat ketiga 20 kali:
وَإِنْ خِفْتُمْ أّلاَّتُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانكِحُوا مَاطَابَ لَكُم
مِّنَ النِّسَآءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا
فَوَاحِدَةً أَوْ مَامَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّتَعُولُوا {3}
4- Bacalah ayat keempat 20 kali:
وَءَاتُوا النِّسَآءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَىْءٍ
مِّنْهُ نَفَسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَّرِيئًا {4}
5- Kemudian membaca 4 ayat diatas dari awal hingga akhir menggabungkannya
sebanyak 20 kali.
6- Bacalah ayat kelima 20 kali:
وَلاَتُؤْتُوا السُّفَهَآءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللهُ لَكُمْ
قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً
مَّعْرُوفًا {5}
7- Bacalah ayat keenam 20 kali:
وَابْتَلُوا الْيَتَامَى حَتَّى إِذَابَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ ءَانَسْتُم
مِّنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ وَلاَتَأْكُلُوهَآ
إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَن يَكْبَرُوا وَمَن كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ وَمَن كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ فَإِذَا دَفَعْتُمْ
إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهَدُوا عَلَيْهِمْ وَكَفَى بِاللهِ حَسِيبًا {6}
8- Bacalah ayat ketujuh 20 kali:
لِّلرِّجَالِ نَصِيبُُ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ
نَصِيبُُ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ
كَثُرَ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا {7}
9- Bacalah ayat kedelapan 20 kali:
وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُوْلُوا الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى
وَالْمَسَاكِينَ فَارْزُقُوهُم مِّنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {8}
10- Kemudian membaca ayat ke 5 hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya
sebanyak 20 kali.
11- Bacalah ayat ke 1 hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan
hafalannya.
Demikian seterusnya hingga selesai seluruh al Quran, dan jangan sampai
menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, agar tidak berat bagi anda
untuk mengulang dan menjaganya.
- BAGAIMANA CARA
MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA?
Jika anda ingin menambah hafalan baru pada
hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka anda harus
membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga
hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan anda, kemudian
anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan
ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.
- BAGIMANA CARA
MENGGABUNG ANTARA MENGULANG (MURAJA'AH) DAN MENAMBAH HAFALAN BARU?
Jangan sekali-kali anda menambah hafalan
tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya, karena jika anda menghafal al
quran terus-menerus tanpa mengulangnya terlebih dahulu hingga bisa
menyelesaikan semua al quran, kemudian anda ingin mengulangnya dari awal
niscaya hal itu akan terasa berat sekali, karena secara tidak disadari anda
akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal dan seolah-olah menghafal
dari nol, oleh karena itu cara yang paling baik dalam meghafal al quran adalah
dengan mengumpulkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Anda
bisa membagi seluruh mushaf menjadi tiga bagian, setiap 10 juz menjadi satu
bagian, jika anda dalam sehari menghafal satu halaman maka ulangilah dalam
sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga anda dapat
menyelesaikan sepuluh juz, jika anda telah menyelesaikan sepuluh juz maka
berhentilah selama satu bulan penuh untuk mengulang yang telah dihafal dengan
cara setiap hari anda mengulang sebanyak delapan halaman.
Setelah satu bulan anda mengulang hafalan,
anda mulai kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar
tergantung kemampuan, dan mengulang setiap harinya 8 halaman sehingga anda bisa
menyelesaikan 20 juz, jika anda telah menghafal 20 juz maka berhentilah
menghafal selama 2 bulan untuk mengulang, setiap hari anda harus mengulang 8
halaman, jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah enghafal kembali
setiap harinya satu atau dua halaman tergantung kemampuan dan setiap harinya
mengulang apa yang telah dihafal sebanyak 8 lembar, hingga anda bisa menyelesaikan
seluruh al-qur an.
Jika anda telah menyelesaikan 30 juz, ulangilah 10 juz pertama secara
tersendiri selama satu bulan setiap harinya setengah juz, kemudian pindahlah ke
10 juz berikutnya juga setiap harinya diulang setengah juz ditambah 8 halaman
dari sepuluh juz pertama, kemudian pindahlah untuk mengulang sepuluh juz
terakhir dengan cara yang hampir sama, yaitu setiapharinya mengulang setengah
juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.
- BAGAIMANA CARA MENGULANG AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH MENYELESAIKAN MURAJAAH
DIATAS?
Mulailah mengulang al-qur an secara
keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3
kali dalam sehari, dengan demikian maka anda akan bisa mengkhatamkan
al-Quran setiap dua minggu sekali.
Dengan cara ini maka dalam jangka satu
tahun insya Allah anda telah mutqin (kokoh) dalam menghafal al qur an, dan
lakukanlah cara ini selama satu tahun.
- APA YANG DILAKUKAN
SETELAH MENGHAFAL AL QUR AN SELAMA SATU TAHUN?
Setelah menguasai hafalan dan mengulangnya
dengan itqan (mantap) selama satu tahun, jadikanlah al qur an sebagai
wirid harian anda hingga akhir hayat, karena itulah yang dilakukan oleh Nabi r semasa hidupnya, beliau membagi al qur an menjadi
tujuh bagian dan setiap harinya beliau mengulang setiap bagian tersebut,
sehingga beliau mengkhatamkan al-quran setiap 7 hari sekali.
Aus bin Huzaifah rahimahullah; aku
bertanya kepada para sahabat Rasulullah bagiamana cara mereka membagi al qur an
untuk dijadikan wirid harian? Mereka menjawab: "kami kelompokan menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat,
11 surat, dan wirid mufashal dari surat qaaf hingga khatam ( al Qur
an)". (HR. Ahmad).
Jadi mereka membagi wiridnya sebagai
berikut:
- Hari pertama: membaca surat "al fatihah" hingga akhir surat "an-nisa",
- Hari kedua: dari surat "al maidah" hingga akhir
surat "at-taubah",
- Hari ketiga: dari surat "yunus" hingga akhir
surat "an-nahl",
- Hari keempat: dari surat "al
isra" hingga akhir surat "al furqan",
- Hari kelima: dari surat "asy
syu'ara" hingga akhir surat "yaasin",
- Hari keenam: dari surat "ash-shafat" hingga akhir surat "al hujurat",
- Hari ketujuh: dari surat "qaaf" hingga akhir surat "an-naas".
Para ulama menyingkat wirid nabi dengan
al-Qur an menjadi kata: " Fami bisyauqin ( فمي بشوق ) ", dari masing-masing
huruf tersebut menjadi symbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap
harinya maka:
- huruf "fa" symbol dari surat "al fatihah", sebagai awal wirid beliau hari pertama,
- huruf "mim" symbol dari surat "al maidah", sebagai awal wirid beliau hari kedua,
- huruf "ya" symbol dari surat "yunus", sebagai wirid beliau
hari ketiga,
- huruf "ba" symbol dari surat "bani israil (nama lain dari surat al
isra)", sebagai wirid beliau hari keempat,
- huruf "syin" symbol dari surat "asy syu'ara", sebagai awal wirid beliau hari kelima,
- huruf "wau" symbol dari surat "wa shafaat", sebagai awal wirid beliau hari
keenam,
- huruf "qaaf" symbol dari surat "qaaf", sebagai awal wirid beliau hari ketujuh
hingga akhir surat "an-nas".
Adapun pembagian hizib yang ada pada
al-qur an sekarang ini tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.
- BAGAIMANA CARA
MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (MIRIP) DALAM AL-QUR AN?
Cara terbaik untuk membedakan antara
bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan cara membuka mushaf
lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbedaan antara
keduanya, kemudian buatlah tanda yang bisa untuk membedakan antara keduanya,
dan ketika anda melakukan murajaah hafalan perhatikan perbedaan tersebut dan
ulangilah secara terus menerus sehingga anda bisa mengingatnya dengan baik dan
hafalan anda menjadi kuat (mutqin).
- KAIDAH DAN KETENTUAN MENGHAFAL:
1- Anda harus menghafal melalui seorang guru atau syekh yang bisa membenarkan
bacaan anda jika salah.
2- Hafalkanlah setiap hari sebanyak 2 halaman, 1 halaman setelah subuh dan 1
halaman setelah ashar atau maghrib, dengan cara ini insya Allah anda akan bisa
menghafal al-qur an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun, akan tetapi
jika anda memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka anda akan sulit
untuk menjaga dan memantapkannya, sehingga hafalan anda akan menjadi lemah dan
banyak yang dilupakan.
3- Hafalkanlah mulai dari surat an-nas hingga surat al baqarah (membalik
urutan al Qur an), karena hal itu lebih mudah.
4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf tertentu baik dalam
cetakan maupun bentuknya, hal itu agar lebih mudah untuk menguatkan hafalan dan
agar lebih mudah mengingat setiap ayatnya serta permulaan dan akhir setiap
halamannya.
5- Setiap yang menghafalkan al-quran pada 2
tahun pertama biasanya akan mudah hilang apa yang telah ia hafalkan, masa ini
disebut masa "tajmi'" (pengumpulan hafalan), maka jangan bersedih
karena sulitnya mengulang atau banyak kelirunya dalam hafalan, ini merupakan
masa cobaan bagi para penghafal al-qur an, dan ini adalah masa yang rentan dan
bisa menjadi pintu syetan untuk menggoda dan berusaha untuk menghentikan dari
menghafal, maka jangan pedulikan godaannya dan teruslah menghafal, karena meghafal
al-quran merupakan harta yang sangat berharga dan tidak tidak diberikan
kecuali kepada orag yang dikaruniai Allah swt, akhirnya kita memohon kepada-Nya
agar termasuk menjadi hamba-hamba-Nya yang diberi taufiq untuk menghafal dan
mengamalkan kitabNya dan mengikuti sunnah nabi-Nya dalam kehidupan yang fana
ini. Amin ya rabal 'alamin.
sumber : http://www.islamhouse.com/p/117583